TUGAS IV - PERTEMUAN KE-5
Studi kasus 1 yg harus di selesaikan pada pertemuan ke 5 ini adalah:
- Bagaimana solusi teknis jika adanya progress keterlambatan pekerjaan di lapangan terhadap progress rencana yg telah di buat.
- Buatkan ilustrasi kurva rencana percepatan terkait adanya keterlambatan pekerjaan di lapangan, dengan asumsi Deviasi yg terjadi pada pertengahan periode pelaksanaan.
1. Keterlambatan proyek merupakan suatu masalah yang
tentunya tidak diharpakan oleh owner sebagai pemilik dan kontraktor sebagai
pelakasana pembangunan, masyarakat pun mengalami kerugian misalnya ada gangguan
aktifitas pembangunan yang harusnya sudah selesai. Adapun cara teknis untuk
mengatasi keterlambatan tersebut yaitu melakkukan inovasi teknologi terdepan sehingga dapat memiliki metode kerja yang baik dan cepat, penambahan alat dan tenaga
kerja, penambahan bonus agar kinerja kerja meningkat, meminta tambahan waktu
kepada owner untuk mengganti waktu yang menghambat pengerjaan akibat cuaca buruk.
Adapun cara lebih teknis lagi huntuk mengantisipasi keterlambatan durasi kegiatan
konstruksi adalah dengan melakukan percepatan durasi aktivitas pengikut, yaitu dengan
menggunakan analisis “what if”. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif antisipasi
dari keterlambatan kegiatan konstruksi dengan menganalisa jaringan kerja penjadwalan, agar total
durasi kegiatan konstruksi dapat tetap terlaksana sesuai dengan perencanaan awal.
Penelitian ini menggunakan metode penjadwalan jalur kritis yang telah diolah dalam
program microsoft office project 2007, yang diterapkan pada jadwal PDM (Precedence Diagram
Method). Dengan model PDM ini diterapkan analisis “what if” pada aktivitas-aktivitas kritis
dengan menggunakan bantuan program microsoft excel, kemudian percepatan durasi dilakukan
pada aktivitas-aktivitas pengikutnya. Hasil dari analisis “what if” yang diperoleh berupa tabel dan
grafik yang menunjukkan hubungan antara aktivitas yang terlambat dengan alternatif percepatan
pada aktivitas-aktivitas pengikutnya, dengan cara menambah jumlah pekerja atau jam kerja.
Informasi yang didapat dari analisis “what if” dapat memberikan bahan pertimbangan dan
masukan bagi perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam mempercepat atau
mempertahankan proses konstruksi sehingga dapat meningkatkan kinerja jasa pelaksanaan
konstruksi.
2.
- Garis Biru : Rencana/target pengerjaan Perhitungan awal proyek.
- Garis Merah : Asumsi Rencana Percepatan atas keterlambatan di tengah proyek.
Pada minggu awal pengerjaan sempat naik-turunnya melebihi asumsi awal namun diminggu ke-13 atau ditengah-tengah pengerjaan berjalan terlihat mengalami keterlambatan hingga mengakibatkan keterlamabatan yang melebihi batas minggu yang sebelumnya sudah ditentukan seharusnya dari kontraktor harus melakukan tindakan ketika mengetahui jika pengerjaan sudah terlambat ketika dipertengahan untuk percepatan supaya tidak mengalami kerugian di pihak owner, konsultan dan juga kontraktor.


Komentar
Posting Komentar